Kamis, 31 Januari 2013

Sirsak Penghancur Kristal Asam Urat dan Pencegah Kanker Usus

Sirsak yang sudah masak dapat dikonsumsi dengan cara dijus ataupun dimakan begitu saja. Jika dikonsumsi setiap hari bisa membantu menghancurkan kristal asam urat yang ada di persendian atau yang ada dalam darah.

Sirsak sendiri dikenal karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi, yakni 30g per 100 gramnya. Selain itu, buah ini juga sarat akan serat yang berfungsi untuk memperlancar pencernaan. Serat sangat diperlukan untuk kelancaran gerak peristaltik usus, membantu mencegah sembelit, mencegah kanker usus, wasir, menurunkan kolesterol dan juga berat badan.

Aroma harum khas buah sirsak dapat membuat kita sangat berselera untuk meminumnya. Rasa asam sirsak yang mnyegarjan dapat menghilangkan rasa mual setelah makan sehingga bisa pula dikonsumsi ibu hamil yang memngalami mual-mual pada trimester pertama.

Selain dikonsumsi segar, sirsak juga bisa diolah dan diproduksi menjadi makanan dan minuman olahan seperti sari buah, jus, sirup, dodol, puding dan es krim.

Rabu, 30 Januari 2013

Penelitian Pepaya Untuk Pengobatan Kanker

Tanaman pepaya mulai dari daun, bunga sampai buahnya memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Mulai dari manfaat sebagai makanan sehat, mencegah dan menyembuhkan penyakit, sampai dengan manfaat yang lain seperti untuk mengawetkan dan mengempukkan daging. Dibalik itu semua pepaya memiliki manfaat lain, yakni sebagai pencegah dan penyembuh kanker.

Berbagai penelitian dari laboratorium baik di dalam maupun luar negri dilakukan untuk memperkuat bukti khasiat pepaya sebagai obat kanker. Berikut adalah beberapa penilitian pepaya.
  1. Dr. Nam Dang dari University of Florida USA, mengemukakan bahwa daun pepaya kering yang diseduh ataupun direbus terbukti mampu meningkatkan kekebalan tubuh atau sistem imunitas. Demikian juga dengan buah pepeaya yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal inilah yang membuat daun pepaya efektif untuk melawan kanker, antara lain kanker rahim, payudara, hati, paru-paru, dan pankreas.
  2. Prof. Dr. Sismindari dari Fakultas Farmasi, Universitas Gajah Mada, ekstrak daun pepaya yang diteliti oleh Prof. Dr. Sismindari mampu membunuh sel-sel kanker yang diinkubasi. Hal tersebut disebabkan oleh protein RIP yang terdapat di dalam daun pepaya. Proses sintesis dari protein yang terganggu menyebabkan terganggunya perkembangan sel kanker.
  3. Peni Indrayuda dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, menemukan hasil penelitian bahwa Protein RIP yang ada di dalam daun pepaya mampu memotong RNA dan DNA kanker menjadi lingkaran semu. Selain itu, protein RIP memicu adanya apoptosis (apoptosis : gerakan bunuh diri sel kanker yang menginfeksi tubuh manusia). Di samping itu, daun pepaya disebutkan mampu menekan protein BCl2 yang bisa menyuburkan sel kanker.
  4. Dr. Sukardiman dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya, ekstrak metanol dari daun pepaya memiliki aktivitas terhadap enzim DNA segingga turut mencegah berkembangnya sel kanker.


sumber buku Ajaibnya Herbal Tumpas Penyakit Kanker

Resep Jus Jeruk, Melon, Stroberi

Bahan :
  • sepotong melon yang sudah dikupas kulitnya
  • 1 buah jeruk sunkist, kupas kulitnya dan potong-potong (bisa diganti dengan perasan jeruk lemon atau nipis)
  • 10 butir stroberi
  • es batu secukupnya
  • gula secukupnya
  • air secukupnya
Cara Membuat :
  • Masukkan irisan melon, buah jeruk, stroberi, air dan gula ke dalam blender. Saring ke dalam gelas dan buang ampasnya. Beri es batu dan siap untuk disajikan.

Berikut adalah informasi yang terkandung dalam Jus Jeruk, Melon, Stroberi

Kandungan Gizi Manfaat Jus Tips Segar
Vitamin C, folat, vitamin B3, B5, karetenoid, serat, kalium, flavonoid, asam elagik Manjaga elastisitas kulit, mengatasi stres, memperkuat daya tahan tubuh, mencegah kanker, Pilih melon yang berat dan memiliki aroma harum yang manis sebagai tanda bahwa melon itu manis dan berair banyak

Selasa, 29 Januari 2013

Pengobatan Kanker Serviks Berdasarkan Stadiumnya

Setidaknya ada tiga jenis pengobatan untuk kanker serviks, yakni operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Namun pengobatan untuk penderita kanker serviks tidak sama untuk setiap stadiumnya mengingat ukuran tumor dan penyebaran tumor untuk setiap stadiumnya berbeda.

1. Stadium Prakanker (Stadium I)
Pada stadium 0 hingga stadium I kanker bisa diobati dengan melakukan pengangkatan rahim (histerektomi). Akan tetapi pada stadium ini jika pasien masih ingin memiliki anak, kanker dapat diobati dengan metode LEEP atau cone biopsy.
2. Stadium Awal (Stadium I dan III)
- Jika ukuran tumor kurang dari 4 cm, bisa dilakukan dengan radikal histerektomi atau radioterapi baik dengan atau tanpa kemoterapi.
- Jika ukuran tumor lebih dari 4 cm, radioterapi dan kemoterapi dilakukan dengan basis cisplatin, histerektomi, atau kemoterapi berbasis cisplatin yang dilanjutkan dengan histerektomi.
3. Stadium Lanjut (Stadium II Akhir - IV Awal)
Untuk stadium ini, pengobatan kanker serviks menggunakan metode radioterapi dan kemoterapi yang berbasis cisplatin. Pada stadium IV akhir, dokter akan mempertimbangkan kombinasi kemoterapi dengan obat seperti hycamtin dan cisplatin.
Jika pasien kanker tidak berkemungkinan untuk sembuh, tujuan pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengangkat dan menghancurkan sel-sel kanker. Biasanya pengobatan yang sifatnya paliatif ditujukan untuk mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan oleh sel kanker.

Senin, 28 Januari 2013

Stadium Kanker Serviks

Beberapa metode pemeriksaan dan tes dilakukan bertujuan untuk mengetahui ukuran tumor, perkembangan, dan penyebaran tumor ke kelenjar getah bening maupun organ lainnya. Setelah melakukan pemeriksaan, penentuan stadium pada penderita kanker serviks menjadi bagian yang sangat penting. Karena penentuan stadium ini berkaitan dengan jenis pengobatan dan proses pemulihan yang akan dilakukan pada survivor kanker serviks. Adapun stadium untuk kanker serviks adalah sebagai berikut.

Stadium Keterangan
0 Kanker pada stadium ini biasa disebut dengan karsinoma in situ. Sel abnormal hanya tumbuh di dalam lapisan serviks.
I Kanker serviks pada stadium I ditemukan di sekitar leher rahim.
II Kanker sudah menyebar ke luar leher rahim, namun belum menyebar ke dinding pelvis (sepertiga di bawah mrs. v)
III Penyebaran kanker sudah mencapai sepertiga bagian bawah mrs. v. Kanker bisa menyebar hingga ke dinding panggul dan menyebabkan gagal ginjal (ginjal tak berfungsi).
IV Kanker sudah menyebar ke kandung kemih, rektum, bahkan bisa ke bagian tubuh lainnya seperti paru-paru, tulang, dan hati.

Minggu, 27 Januari 2013

Macam-macam Metode Pengobatan Kanker

Pengobatan kanker untuk masing-masing individu sangat spesifik tergantung dengan kondisi masing-masing orang. Pengobatan yang berhasil dilakukan untuk satu orang belum tentu dapat berhasil jika diterapkan kepada orang lain. Biasanya dokter perlu melakukan pemeriksaan sesuai dengan kondisi kesehatan pasiennya, jenis kanker, dan
stadiumnya, serta kemungkinan kambuh. Beberapa jenis pengobatan kanker yang dikenal secara umum adalah sebagai berikut.

  1. Metode pengobatan holistik, pengobatan ini lebih menitikberatkan pada keseimbangan tubuh, pikiran dan jiwa. Seperti pengobatan herbal untuk kanker, akupuntur ataupun akupresur, diet sehat, yoga, senam, terapi musik, dan hipnoterapi.
  2. Metode pengobatan konvensional, dalam dunia kedokteran, pengobatan ini yang paling umum digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Tujuan utamanya adalah untuk membunuh sel-sel kanker sebelum sel tersebut menyabar dan merusak organ tubuh lainnya. Cara-cara yang biasa dilakukan dalam metode ini adalah:
    1. Pembedahan, merupakan pengobatan kanker yang paling tua. Tindakan pembedahan ini dilakukan jika kanker belum menyebar. Ada dua pembedahan, yakni dengan mengangkar jaringan yang terkena kanker dan mengangkat seluruh organ. Pengangkat seluruh organ seperti pengangkatan rahim dan payudara.
    2. Radioterapi, pada tindakan ini menggunakan sinar laser yang berkekuatan tinggi. Radioterapi ini bersifat lokal, yaitu hanya mematikan sel-sel kanker di daerah target. Teknologi yang melandasi radioterapi telah berkembang dengan pesat sehingga aplikasinya bermacam-macam. Salah satunya adalah pisa gamma, yaitu penggunaan sinar laser untuk pembedahan. Saat ini terdapat juga metode menanamkan kawat atau partikel radioaktif ke dalam tubuh pasien untuk mengancurkan sel-sel kanker yang bersifat lokal.
    3. Kemoterapi, merupakan pengobatan kanker yang menggunakan zat kimia atau obat-obatan. Kemoterapi kuno (konvensional) bekerja dengan cara menghancurkan struktur atau metabolisme sel-sel kanker. Sebelum dilakukan kemoterapi, dokter biasanya memeriksa kondisi kesehatan pasien secara umum termasuk kesehatan fungsi hati dan ginjalnya.
    4. Target terapi, dalam pengobatan ini menggunakan obat-obatan yang diarahkan untuk menghambat protein, molekul, atau enzim tertentu yang memiliki peran penting dalam perkembangbiakan sel kanker. Dengan metode pengobatan ini, diharapkan lebih efektif karena tidak membahayakan sel-sel normal lainnya. Target terapi bisa diberikan melalui infus intravena atau dalam bentuk tablet minum.
    5. Terapi hormon, beberapa jenis hormon sepertinya mempunyai peran dalam pertumbuhan sel kanker. Pengunaan obat pada terapi hormon dimaksudkan untuk menggangu aktivitas hormon atau menghentikan produksi hormon. Terapi hormon juga dapat melibatkan pengangkatan kelenjar yang menghasilkan hormon.

Sabtu, 26 Januari 2013

Sekilas Tentang Mengkudu

Mengkudu atau biasa disebut dengan pace atau noni merupakan tanaman yang banyak tumbuh liar di hutan-hutan Indonesia. Aroma buah ini terasa anyir dan berbau khas, namun banyak manfaat yang dapat dihasilkan mengkudu.

Untuk masyarakat Indonesia khususnya Jawa, mengkudu sudah lama digunakan sebagai obat penyakit hipertensi. Daun mengkudu bisa dimanfaatkan sebagai sayuran. Jenis masakan dari daun mengkudu seperti pecel, urap-urap, bisa juga sebagai lalap. Akan tetapi sebelum mengolahnya, daun mengkudu yang lebar dan tebal hendaknya direbus dahulu supaya lunak.

Mengkudu sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung. Hal ini disebabkan karena mengkudu dapat meningkatkan denyut jantung sehingga memengaruhi sistem peredaran darah dan kinerja jantung.

Di dalam mengkudu juga terkandung zat anti kanker (dammacanthal), zat ini dapat menaklukkan sel kanker sehingga tidak dapat berkembang, bahkan mati. Selain itu di dalam mengkudu juga terdapat vitamin A serta beta-karoten.

Jumat, 25 Januari 2013

Kanker Serviks

Serviks atau leher rahim merupakan bagian bawah dari rahim. Sedangkan kanker serviks adalah tumor ganas yang menyebar pada daerah serviks. Kanker serviks terjadi secara perlahan. Dimulai dengan perubahan beberapa sel normal menjadi sel abnormal (prakanker), kemudian berubah menjadi sel kanker. Perubahan ini disebut dengan displasia.

Pada wanita kanker serviks merupakan kasus penyakit kanker yang berada di urutan kedua setelah kanker payudara. Sekitar 7,6 juta wanita meninggal karena kanker serviks setiap tahun di seluruh dunia. Dan untuk Indonesia sendiri setiap satu jamnya, seorang wanita meninggal akibat kanker serviks.


A. Penyebab Kanker Serviks
Virus HPV diduga kuat sebagai penyebab utama kanker serviks. Kemudian diikuti dengan kebiasaan merokok, terjangkit virus HIV, infeksi klamidia, penggunaan pil KB dalam jangka panjang, berhubungan seks serta hamil pertama pada usia dini, melahirkan banyak anak, dan riwayat keluarga yang menderita kanker serviks.

B. Gejala Kanker Serviks
Pada stadium awal kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Gejalanya baru akan terasa ketika sel kanker sudah menyebar ke dalam jaringan di sekitarnya. Beberapa gejala yang mungkin muncul seperti:
  1. Pendarahan pada mrs. v yang tidak normal. Pendarahan ini meliputi pendarahan setelah bersenggama, periode menstruasi, bahkan pendarahan setelah menopause
  2. Keputihan yang berwarna kuning/ kecokelatan/ mirip susu, lendir kental, gatal, dan berbau busuk. 
  3. Tidak tahan kencing, dan semakin sering kencing.
  4. Berat badan turun
  5. Anemia
  6. Rasa sakit ketika bersenggama
Gejala kanker serviks pada stadium akhir bisa menimbulkan keluarnya air kemih dan tinja dari mrs. v

C. Pemeriksaan Kanker Serviks
  1. Pap Smear
  2. Biopsi, pengambilan sampel dari endoserviks untuk diperiksa oleh ahli patologi
  3. Colposcopy atau teropong leher rahim
  4. Tes penanda tumor
  5. Pemeriksaan Panggul 
D. Pencegahan Kanker Serviks
Kanker Serviks dapat dicegah dengan melakukan program skrining dan pemberian vaksin. Di negara-negara maju, angka penderita kanker serviks mengalami penurunan berkat deteksi dini melalui pap smear dan melakukan vaksinasi HPV untuk wanita berusia 10 hingga 55 tahun.

Kamis, 24 Januari 2013

Tes Pap Smear Untuk Wanita

Pap Smear adalah salah satu cara untuk mencegah kanker serviks karena dapat mengetahui adanya infeksi, radang, maupun sel abnormal di dalam mulut rahim wanita. Tes pap smear dapat dilakukan di rumah sakit, klinik dokter kandungan, dan laboratorium. Prosedurnya cepat hanya membutuhkan waktu beberapa menit dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Tes pap smear dilakukan ketika sedang tidak haid dan tidak hamil. Supaya hasilnya maksimal, sebaiknya tidak melakukan hubungan intim tiga hari sebelum pemeriksaan. Ada beberapa jenis pemeriksaan tes pap smear, seperti:
a. Tes Pap Smear KonvensionalJenis tes pap smear ini adalah yang paling umum dilakukan. Adapun prosedur pemeriksaannya adalah sebagai berikut: 
  1. Dokter memasukkan alat speculum ke dalam mrs. v untuk menahan dinding mrs. v tetap terbuka.
  2. Lendir dari rahim diambil dengan mengusapkan spatula.
  3. Lendir dioleskan pada object glass sebagai sampel.
  4. Sampel dibawa ke laboratorium patologi untuk diperiksa.
b. Tes Prep PapIni merupakan metode yang dinilai lebih akurat. Sampel lendir diambil bukan dengan spatula, melainkan menggunakan alat khusus yaitu cervix brush. Kemudian hasilnya disemprotkan cairan khusus untuk memisahkan kontaminan (seperti darah dan lendir). Tes ini dilakukan apabila hasil tes pap smear konvensional dirasa masih kabur.
c. Thin Prep dan Tes HPV
Sampel lendir akan diperiksa untuk mengetahui adanya DNA virus HPV atau tidak. Pemeriksaan ini dilakukan jika hasil tes pap smear kurang baik.
Selain rajin melakukan skrining, untuk mencegah kanker perlu membiasakan pola hidup sehat. Mulai dengan menghindari asap rokok, diet tinggi lemak, minum alkohol, paparan sinar matahari berlebihan, seks bebas atau seks usia dini, dan penggunakan jarum suntik yang tidak steril (pada kasus narkoba).

Rabu, 23 Januari 2013

Khasiat Manggis Secara Umum

Dengan berbagai kandungan mineral, nutrisi, dan vitamin yang terdapat pada manggis menjadikan buah yang memiliki rasa manis segar dan sedikit asam ini bermanfaat sebagai pencegah dan pengobatan beberapa penyakit. Adapun kegunaan manggis secara umum adalah sebagai berikut.
  1. Sebagai pencegah dan pengobatan kanker, ini dikarenakan zat xanthone yang terdapat pada manggis. Zat xanthone ini dapat menghambat kerusakan sel normal, menghambat pembentukan sel kanker, serta menghancurkan dan membunuh sel kanker.
  2. Mengobati diare dan disentri, manggis dapat mengobati diare. Caranya adalah dengan merebus dua buah kulit manggis dengan tiga gelas air, rebus hingga air menyusut, bisa ditambahkan madu bila suka.
  3. Mengobati sariawan, memakan buah manggis dapat membantu menurunkan resiko terkena sariawan. Namun apabila sariawan sudah menyerang, rebuslah kulit manggis kemudian gunakan air rebusan tersebut untuk berkumur.
  4. Meredakan radang amandel, dengan sering mengonsumsi buah manggis dapat membantu menyembuhkan radang amandel.
  5. Menyembuhkan keputihan pada wanita, manggis dapat meredakan infeksi jamur yang menyebabkan penyakit keputihan pada wanita.
  6. Sebagai obat batuk, meski manggis terasa sedikit asam, manggis dapat membantu mengobati batuk karena dapat meluruhkan dahak sehingga tidak ada kotoran di tenggorokan.
  7. Nyeri urat dan sembelit, untuk yang mengalami nyeri urat dan susah buang air besar. Air rebusan kulit manggis dapat menjadi pilihan untuk mengatasi kedua hal tersebut. Rebus kulit manggis dengan air bersih hingga menjadi setengahnya, kemudian minum.
  8. Nyeri perut dan pelancar haid, meminum air rebusan batang pohon manggis dipercaya dapat meredakan nyeri perut dan melancarkan haid pada wanita.

Selasa, 22 Januari 2013

Nutrisi Buah Manggis

Manggis bisa tumbuh di dataran rendah dan lereng pegunungan, dengan catatan tanahnya merupakan tanah gembur, subur, dan mengandung bahan organik. Tanaman ini merupakan tanaman yang bermanfaat mulai dari daging buahnya, kulit buah, hingga batangnya. Sejak dulu buah manggis diketahui dapat menyembuhkan sariawan, sedangkan kulitnya dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami dan pengobatan herbal. Dan untuk batangnya digunakan untuk mebel.

Zat xanthone yang terdapat pada kulit manggis membuat buah ini menjadi buah yang memiliki antioksidan paling tinggi diantara buah lainnya. Selain xanthone, manggis juga mengandung nutrisi lainnya yang baik untuk kesehatan. Berikut ini adalah beberapa nutrisi yang terkandung dalam bauh manggis.
  1. Energi, dalam 100 gr manggis terdapat 77 kkal energi. Jumlah ini termasuk cukup besar bagi jenis buah dalam ukuran 100 gram. Ini sangat baik untuk mereka yang sedang menjalani diet karbohidrat berjenis zat pati.
  2. Karbohidrat, kandungan karbohidrat dalam manggis cukup banyak, yakni 5,6 gram per 100 gramnya.  Bagi yang sedang menjalani food combining atau diet rendah zat pati, manggis dirasa sangat sesuai karena karbohidrat akan membantu pembentukan energi dan membuat rasa kenyang.
  3. Lemak, dalam 100 gram buah manggis terdapat 1 gram lemak tak jenuh. Lemak ini bermanfaat untuk menghaluskan kulit, penyembuhan infeksi, dan melindungi organ tubuh sehingga dapat menangkal virus.
  4. Protein, terdapat sekitar 0,6 gram protein nabati dalam 100 gram manggis. Protein ini akan membentuk sel tubuh dan akan menggatikan sel-sel yang rusak. Protein nabati pada manggis juga dapat memecah makanan menjadi zat bergizi dan membentuk imunitas bagi tubuh.
  5. Vitamin, dalam manggis terdapat berbagai vitamin seperti vitamin C, E, B1, dan B2 yang berfungsi dalam menangkal radikal bebas. Vitamin tersebut juga berfungsi sebagai pencegah kanker, penguat daya ingat, meningkatkan konsentrasi, mencegah penuaan dini, membantu pertumbuhan rambut, menjaga kesehatan kulit dan gusi, serta menyuburkan alat reproduksi. Selain vitamin C, E, B1 dan B2, manggis juga mengandung vitamin B3 atau niasin yang berfungsi untuk mengeluarkan racun dalam tubuh. Vitamin B3 atau niasin ini juga baik untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  6. Mineral, jenis mineral yang ada dalam manggis adalah kalsium (menurunkan resiko kanker usus, membantu pertumbuhan gigi dan tulang, mengatasi diabetes, serta disfungsi seksual pada pria), fosfor (membantu sintesa DNA dan penyerapan kalsium ke dalam tubuh), zat besi, kalium, dan natrium.

Senin, 21 Januari 2013

Pilah Pilih Buah dan Sayur untuk Jus

Ketika hendak membeli buah dan sayur, kadang kita bingung mana yang paling baik. Sebagai contoh adalah mana semangka yang merah dan manis, melon yang manis, jeruk yang manis, dan sejumlah kategori buah yang diinginkan.

Hal itu tidak mudah karena ketika memilih penampakan luar buah tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan utama. Meskipunt demikian, hal itu bukannya tidak mungkin kita lakukan. Yang perlu kita tahu adalah cara memilih yang benar.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk memilih beberapa jenis buah yang segar.
  1. Untuk mendeteksi semangka segar kita harus menepuk bagian luar dan mendengar bunyi pantulan dari hasil tepukan kita. Jika suara yang terdengar terasa berisi dan nyaring, maka itu semangka yang baik. Untuk mendapatkan semangka yang benar-benar manis rasanya, kita harus lebih teliti karena kita harus mencari semangka yang ada sedikit bekas gigitan serangga. Mengapa? Karena semangka yang manis baunya akan mengundang serangga untuk mencicipinya.
  2. Nanas merupakan salah satu buah tropis yang banyak disukai dan sangat berkhasiat karena kandungan setononnya bisa mencegah kanker dan menghalau stres. Ketika memilih nanas, cara yang harus dilakukan adalah menarik daun nanas secara perlahan. Apabila daunnya mudah tercabut, itu tandanya nanas sudah matang dan manis. Jika Anda masih kurang yakin, Anda bisa mencium aroma nanas, apabila tercium wangi khas nanas itu bisa jadi pilihan terbaik.
  3. Deteksilah melon dari kulitnya. Pilihlah kulit yang bersih dan barbau harum. Jangan memilih melon yang berkulit memar atau lunak karna bisa jadi melon tersebut busuk. Dan juga sebaliknyam jangan memilih melon yang kulitnya keras, karena bisa jadi melon tersebut belum matang.
  4. Ketersediaan buah jeruk dan apel tidak tergantung dengan musim. Mungkin ini yang membuat keduanya lebih populer di masyarakat. Jeruk dan apel sama-sama memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Dalam memilih jeruk maupun apel, pilihlah yang berat karena mengandung banyak air.
  5. Secara umum, untuk buah-buahan lainnya ciumlah buah yang akan dibeli, pastikan baunya harum. Jika tidak dapat mencium bau apapun pada buah, bisa jadi buah tersebut masih mentah atau rasanya hambar.
Dalam pemilihan buah dan sayur hendaknya juga memperhatikan besaran cemaran pestisida yang terkandung di dalamnya.

Minggu, 20 Januari 2013

Memilih Buah dan Sayur Terbaik

Pemilihan bahan untuk dikonsumsi harus diperhatikan. Kesegaran menjadi syarat pertama dan yang paling utama. Perhatikanlah ciri dan karakteristik buah ataupun sayur yang segar dan disesuaikan dengan keadaan keuangan. Namun meskipun harus merogoh kantong lebih dalam, anggaplah itu sebagai investasi kesehatan. Daripada makan obat yang mahal dan pahit, tentunya lebih enak makan buah atau sayur yang segar, apalagi jika disajikan dalam bentuk jus segar.

Memilih buah lokal lebih dianjurkan daripada buah impor. Meskipun untuk beberapa jenis buah tertentu penampilannya kurang menarik, harganya lebih mahal, dan seringkali ketersediaannya terbatas. Hal inilah yang seringkali membuat kita lebih memilih buah impor karena ketersediannya di kios buah ataupun supermarket yang relatif banyak sehingga mudah diperoleh.

Buah lokal dalam beberapa hal lebih baik daripada buah impor. Salah satu keunggulannya adalah kemungkinan susut gizinya lebih sedikit. Mengapa? Karena waktu tempuh buah impor dari perkebunan hingga ke Indonesia pastinya butuh waktu lebih lama daripada buah lokal yang waktu tempuhnya lebih pendek sehingga membuat buah lokal lebih segar dan susut gizinya lebih sedikit daripada buah impor.

Kini beberapa jenis buah dan sayur impor sudah bisa ditemukan di supermarket dan kios buah. Salah satunya adalah paprika. Paprika merupakan sayuran yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia.

Apabila malas membeli buah utuh, ada baiknya untuk membeli buah potongan di tukang buah keliling karena lebih hemat dan buah yang di dapatkan pu lebih beragam. Namun, tetap harus berhati-hati karena bisa saja tukang buah tersebut berlaku curang dengan menambahkan pemanis dan pewarna buatan agar buah lebih menarik.