Senin, 04 Februari 2013

Penelitian Manggis dalam Pengobatan Kanker

Khasiat kulit manggis untuk kanker diperkuat dengan ditemukannya penelitian mengenai xanthone manggis. Manfaat kulit manggis ini memang besar, karena zat xanthone yang terkandung didalamnya berperan sebagai antioksidan yang paling tinggi diantara buah lainnya. Xanthone bersifat antiproliferasi (menghambat pembentukan sel kanker) dan apotosis (membunuh sel kanker), dan dapat menangkap radikal bebas juga menghambat kerusakan sel sehat.

Adapun beberapa penelitian mengenai manfaat kulit manggis adalah sebagai berikut.

  1. Journal of Farmachology (penelitian di Universitas Mahidol), mengemukakan bahwa Xanthone yang terdapat pada kulit manggis mampu menghambat dan menghancurkan sel payudara.
  2. Dr. Agung Endro Nugroho Msi. Apt. dari Universitas Gajah Mada, hasil penelitiannya adalah kulit manggis mengandung 50 senyawa xanthone diantaranya adalah alfamangostin, gammamangostin, dan garsinon-E yang dapat mencegah dan membunuh sel kanker dalam tubuh manusia.
  3. Chi-Kuan Ho, Yu-Ling Huang dan Chieh Chih-Chen, menyebutkan bahwa Garsinon E pada zat xanthone ini memiliki efek pembunuh kanker hati dan paru.
  4. Matsumoto K, Akao Y, Kobayashi E, Ohguchi K, Ito T, Tanaka T, linuma M, dan Nozawa Y, mengungkapkan bahwa kandungan semua xanthone pada kulit manggis mampu membunuh sel kanker darah atau leukimia
Dengan ini kita semakin tahu besarnya manfaat buah manggis untuk kesehatan. Jus kulit manggis atau jus manggis bisa menjadi pilihan untuk cara pengolahannya.



sumber : buku terapi herbal

Minggu, 03 Februari 2013

Mengolah Masakan Secara Bijak

Konsumsi makanan yang tepat sudah merupakan salah satu cara untuk memerangi penyakit kanker. Tapi perlu diketahui, cara memasak juga berefek pada berat badan dan resiko kanker. Untuk para penderita kanker khususnya, proses memasak yang benar sangat diperlukan untuk menjaga khasiat vitamin, mineral, dan zat penting lainnya supaya tetap utuh.
Berikut adalah beberapa tips cara memasak yang sehat.

Jangan merebus terlalu lama, apabila sayur dimasak terlalu lama, sudah pasti kandungan vitamin maupun nutrien pencegah kanker akan hanyut dan rusak.

Hindari microwave, ini karena microwave menggunakan elektromagnetik acak dalam memanaskan makanan secara instan.

Menggunakan bumbu herbal dan rempah, banyak herbal dan rempah yang merupakan sumber antioksidan, sumber senyawa anti-inflammatory dan menawarkan efek pencegahan kanker. Sebagai contoh, oregano dan rosemary adalah antioksidan yang kuat. Cilantro tampak dapat mendetoks senyawa-senyawa penyebab kanker. Kunyit mengandung curcumin, sumber warna kuning yang cerah dapat mengurangi iinflamasi. Herbal dan rempah segar yang dikeringkan juga meningkatkan rasa tanpa sodium (baik untuk tekanan darah) atau kalori ekstrak.

Pakai Juicer, menggunakan mesin pembuat jus (juicer) hasilnya lebih sehat dan menyegarkan.

Pilih peralatan yang benar, gunakan peralatan dari gelas, stainless steel, atau tanah liat karena lebih aman dari pada menggunakan peralatan yang terbuat dari alumunium dan tembaga yang masih kontroversial.

Tidak semua cara memasak itu sama, memasak dengan temperatur yang tinggi, meng-grill, dan menggoreng dapat meningkatkan pembentukan senyawa-senyawa penyebab kanker. Direbus, dikukus, dibuat sup, dipepes, dan ditumis (dengan sedikit minyak dan air) merupakan cara memasak yang paling benar. Apabila ingin menambahkan minyak ke dalam makanan, bisa dilakukan dengan cara menambahkan sedikit minyak ke dalam masakan atau olahan sesaat sebelum masakan diangkat.

Memasak sendiri di rumah, dibandingkan dengan jajan di luar, dengan memasak sendiri kita lebih bisa mengatur apa saja yang akan kita masukkan ke dalam tubuh dan menggunakan cara pengolahan yang benar.

Sabtu, 02 Februari 2013

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

Apabila Anda seorang wanita berusia di atas 20 tahun, sangat disarankan untuk melakukan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri setiap tiga bulan. Seperti dengan judul posting ini, pemeriksaan dapat dilakukan sendiri. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

a. Langkah 1
  • Mulailah dengan melihat payudara Anda di Cermin dengan posisi pundak tegap dan kedua tangan di pinggang. Lihat payudara dari ukuran, bentuk, warna yang biasa Anda ketahui.
  • Payudara yang sejat berbentuk sempurna tanpa perubahan bentuk dan pembengkakan.
Segera konsultasikan kepada dokter jika melihat perubahan di bawah ini:
  1. Kulit mengerut ada lipatan atau tonjolan.
  2. Puting berubah posisi, biasanya tertarik ke dalam.
  3. Kemerahan, nyeri, ruam-ruam, atau bengkak.
b. Langkah 2
  • Angkat kedua tangan, amatilah jika ada perubahan-perubahan yang telah disebutkan pada langkah pertama.
c. Langkah 3
  • Sambil bercermin, amatilah apakah ada cairan yang keluar dari kedua puting. Baik berupa cairan bening, seperti susu berwarna kuning atau bercampur darah.
d. Langkah 4
  • Berbaringlah, kemudian rasakan atau pegang payudara Anda menggunakan tangan kanan. Begitu pula sebaliknya.
  • Lakukan pijatan pelan dengan tiga ujung jari Anda, yakni jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis.
  • Jaga posisi ujung jari agar tetap datar terhadap permukaan payudara.
  • Lakukan gerakan memutar, sekali putaran mencakup seperempat bagian payudara.
  • Pijat seluruh bagian payudara dari atas ke bawah, kiri ke kanan, dari tulang pundak sampai bagian atas perut, dan dari ketiak sampai belahan payudara.
  • Buatlah pola memutar untuk memastikan bahwa Anda telah memijat seluruh bagian payudara. Mulailah dari puting, buat gerakan memutar semakin lama semakin besar sampai Anda mencapai bagian tepi payudara. Anda juga dapat membuat gerakan naik turun. Bagi sebagian besar wanita, cara ini dianggap lebih efektif.
  • Pastikan Anda merasakakn seluruh jaringan payudara dari depan sampai belakang.
Tips Pijatan
  1. Pijatan ringan untuk memijat jaringan tepat di bawah kulit.
  2. Pijatan sedang untuk bagian tengah payudara
  3. Pijatan kuat untuk jaringan bagian dalam. Saat mencapai jaringan bagian dalam, Anda harus dapat merasakan tulang iga. 
 e. Langkah 5
  • Terakhir, rasakan payudara Anda saat berdiri, duduk, atau saat mandi.
  • Lakukan dengan gerakan yang sama seperti langkah 4.