Tes pap smear dilakukan ketika sedang tidak haid dan tidak hamil. Supaya hasilnya maksimal, sebaiknya tidak melakukan hubungan intim tiga hari sebelum pemeriksaan. Ada beberapa jenis pemeriksaan tes pap smear, seperti:
a. Tes Pap Smear KonvensionalJenis tes pap smear ini adalah yang paling umum dilakukan. Adapun prosedur pemeriksaannya adalah sebagai berikut:
- Dokter memasukkan alat speculum ke dalam mrs. v untuk menahan dinding mrs. v tetap terbuka.
- Lendir dari rahim diambil dengan mengusapkan spatula.
- Lendir dioleskan pada object glass sebagai sampel.
- Sampel dibawa ke laboratorium patologi untuk diperiksa.
b. Tes Prep PapIni merupakan metode yang dinilai lebih akurat. Sampel lendir diambil bukan dengan spatula, melainkan menggunakan alat khusus yaitu cervix brush. Kemudian hasilnya disemprotkan cairan khusus untuk memisahkan kontaminan (seperti darah dan lendir). Tes ini dilakukan apabila hasil tes pap smear konvensional dirasa masih kabur.
c. Thin Prep dan Tes HPVSelain rajin melakukan skrining, untuk mencegah kanker perlu membiasakan pola hidup sehat. Mulai dengan menghindari asap rokok, diet tinggi lemak, minum alkohol, paparan sinar matahari berlebihan, seks bebas atau seks usia dini, dan penggunakan jarum suntik yang tidak steril (pada kasus narkoba).
Sampel lendir akan diperiksa untuk mengetahui adanya DNA virus HPV atau tidak. Pemeriksaan ini dilakukan jika hasil tes pap smear kurang baik.